DASAR-DASAR BERBICARA

Colin widi w/K1208024

DASAR-DASAR BERBICARA

  1. Pendahuluan

Berbicara merupakan salah satu kemampuan yang dimiliki oleh manusia. Dengan berbicara manusia dapat berkomunikasi dengan manusia lainnya. Berbicara selalu tidak jauh-jauh dengan bahasa, karena bahasa mrupakan unsur penting dalam berkomunikasi dengan manusia yang lain. Komunikasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya komunikasi verbal dan komunikasi non verbal. Komunikasi verbal menggunakan bahasa sebagai sarana, sedangkan komunikasi non verbal menggunakan sarana gerak-gerik seperti warna, gambar, bunyi bel, dan sebagainya. Komunikasi verbal dianggap paling sempurna, efisien, dan efektif.

Komunikasi lisan sering terjadi dalam kehidupan manusia, misalnya dialog dalam lingkungan keluarga, percakapan antara tetangga, percakapan antara pembeli dan penjual di pasar, dan sebagainya. Contoh lainnya : percakapan anggota keluarga; percakapan ibu dan anak; percakapan bertelepon, dan sebagainya.

Interaksi antara pembicara dan pendengar ada yang langsung dan ada pula yang tidak langsung. Interaksi langsung dapat bersifat dua arah atau multi arah, sedangkan interaksi tak langsung bersifat searah. Pembicara berusaha agar pendengar memahami atau menangkap makna apa yang disampaikannya. Komunikasi lisan dalam setiap contoh berlangsung dalam waktu, tempat, suasana yang tertentu pula. Sarana untuk menyampaikan sesuatu itu mempergunakan bahasa lisan.

  1. Rumusan Masalah

Dalam mengangkat tema ini dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:

1. apa pengertian, peranan, dan tujuan dari berbicara?

2. apa saja yang menjadi unsur berbicara dan prosedur kegiatan berbicara?

3. jelaskan konsep dasar berbicara?

4. apa saja jenis-jenis berbicara?

  1. Tujuan

Tujuan pembuatan makalah ini adalah:

1. untuk mengetahui pengertian, peranan, dan tujuan dari berbicara,

2. untuk mengetahui apa saja yang menjadi unsur berbicara dan prosedur kegiatan berbicara,

3. untuk mengetahui bagaimana konsep dasar berbicara, dan

4. untuk mengetahui jenis-jenis berbicara.

  1. Pembahasan

1. Pengertian dan Tujuan Berbicara

Ada beberapa pengertian berbicara yang dicantumkan dalam blog makalahdanskripsi.blogspot. com, antara lain:

a. Berbicara adalah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekpresikan, menyatakan serta menyampaikan pikiran, gagasan, dan perasaan.

b. Berbicara adalah suatu alat untuk mengkomunikasikan gagasan-gagasan yang disusun serta dikembangkan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan sang pendengar atau penyimak.

c. Berbicara adalah proses individu berkomunikasi dengan lingkungan masyarakat untuk menyatakan din sebagai anggota masyarakat.

d. Berbicara adalah ekspresi kreatif yang dapat memanifestasikan kepribadiannya yang tidak sekedar alat mengkomunikasikan ide belaka, tetapi juga alat utama untuk menciptakan dan memformulasikan ide baru.

e. Berbicara ada!ah tingkah laku yang dipelajari di Iingkungan keluarga, tetangga, dan lingkungan lainnya disekitar tempatnya hidup sebelum masuk sekolah.

Tujuan berbicara adalah untuk menginformasikan, untuk melaporkan, sesuatu hal pada pendengar. Sesuatu tersebut dapat berupa, menjelaskan sesuatu proses, menguraikan, menafsirkan, atau menginterpretasikan sesuatu hal, memberi, menyebarkan, atau menanamkan pengetahuan, menjelaskan kaitan, hubungan, relasi antara benda, hal, atau peristiwa.

2. Unsur Berbicara dan Prosedur Kegiatan Berbicara

Unsur Dasar Berbicara

Di dalam kegiatan berbicara terdapat lima unsur yang terlibat yaitu:

a. Pembicara,

b. Isi pembicaraan,

c. Saluran,

d. Penyimak, dan

e. Tanggapan penyimak.

Prosedur Kegiatan Berbicara

a. Memilih pokok pembicaraan yang menarik hati.

b. Membatasi pokok pembicaraan.

c. Mengumpulkan bahan-bahan.

d. Menyusun bahan (pendahuluan, isi, kemampuan)

3. Konsep Dasar Berbicara

Kemampuan berbicara siswa bervariasi, mulai dari taraf baik atau lancar; sedang; gagap atau kurang. Kenyataan tersebut sebaiknya dijadikan landasan berbicara di sekolah. Pengajaran berbicara pun harus berlandaskan konsep dasar berbicara sebagai sarana berkomunikasi.

Konsep dasar berbicara sebagai sarana berkomunikasi mencakup sembilan hal, yakni:

a. berbicara dan menyimak adalah suatu kegiatan resiprokal,

b. berbicara adalah proses individu berkomunikasi,

c. berbicara adalah ekspresi kreatif,

d. berbicara adalah tingkah laku,

e. berbicara adalah tingkah laku yang dipelajari,

f. berbicara dipengaruhi kekayaan pengalaman,

g. berbicara sarana memperluas cakrawala,

h. kemampuan linguistik dan lingkungan berkaitan erat,

i. berbicara adalah pancaran kepribadian. (Logan dkk., 1972:104-105).

4. Jenis-Jenis Berbicara

Bila diperhatikan mengenai bahasa pengajaran akan kita dapatkan berbagai jenis berbicara. Antara lain : diskusi, percakapan, pidato menjelaskan, pidato menghibur, ceramah, dan sebagainya.

Berdasarkan pengamatan minimal ada lima landasan yang digunakan dalam mengklasifikasi berbicara. Kelima landasan tersebut adalah :

a. situasi,

Aktivitas berbicara terjadi dalam suasana, situasi, dan lingkungan tertentu. Situasi dan lingkungan itu dapat bersifat formal atau resmi, mungkin pula bersifat informal atau tak resmi. Dalam situasi formal pembicara dituntut berbicara secara formal, sebaliknya dalam situasi tak formal, pembicara harus berbicara secara tak formal pula. Kegiatan berbicara yang bersifat informal banyak dilakukan dalam kehidupan manusia sehari-hari.

Jenis-jenis kegiatan berbicara informal meliputi:

1) tukar pengalaman,

2) percakapan,

3) menyampaikan berita,

4) menyampaikan pengumuman,

5) bertelepon, dan

6) memberi petunjuk (Logan, dkk., 1972 : 108).

Sedangkan kegiatan berbicara yang bersifat formal meliputi :

1) ceramah,

2) perencanaan dan penilaian,

3) interview,

4) prosedur parlementer, dan

5) bercerita (Logan, dkk., 1972 : 116).

b. tujuan,

Akhir pembicaraan, pembicara menginginkan respons dari pendengar. Pada umumnya tujuan orang berbicara adalah untuk menghibur, menginformasi-kan, menstimulasikan, meyakinkan, atau menggerakkan pendengarnya.

c. metode penyampaian,

Ada empat cara yang bisa digunakan orang dalam menyampaikan pembicaraannya, antara lain:

1) penyampaian secara mendadak,

2) penyampaian berdasarkan catatan kecil,

3) penyampaian berdasarkan hafalan, dan

4) penyampaian berdasarkan naskah.

d. jumlah penyimak, dan

Komunikasi lisan melibatkan dua pihak, pendengar dan pembicara. Jumlah peserta yang berfungsi sebagai penyimak dalam komunikasi lisan dapat bervariasi misalnya satu orang, beberapa orang (kelompok kecil), dan banyak orang (kelompok besar).

e. peristiwa khusus.

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering menghadapi berbagai kegiatan. Sebagian dari kegiatan itu dikategorikan sebagai peristiwa khusus, istimewa, atau spesifik. Contoh kegiatan khusus itu adalah ulang tahun, perpisahan, perkenalan, pemberian hadiah. Berdasarkan peristiwa khusus itu berbicara atau berpidato dapat digolongkan atas enam jenis,

1) pidato presentasi,

2) pidato penyambutan,

3) pidato perpisahan,

4) pidato jamuan (makan malam),

5) pidato perkenalan, dan

6) pidato nominasi (mengunggulkan). (Logan dkk., 1972 : 127).

  1. Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil dari makalah diatas adalah berbicara merupakan kemampuan manusia yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan manusia lain. Tujuannya adalah untuk menginformasikan, untuk melaporkan, sesuatu hal pada pendengar.


DAFTAR PUSTAKA

http://pbsindonesia.fkip-uninus.org/media.php?module=detailmateri&id=47

http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2009/03/pengertian-berbicara.html

Logan, dkk. 1972.

<!–[if !mso]> <! st1\:*{behavior:url(#ieooui) } –>

DASAR-DASAR BERBICARA

  1. Pendahuluan

Berbicara merupakan salah satu kemampuan yang dimiliki oleh manusia. Dengan berbicara manusia dapat berkomunikasi dengan manusia lainnya. Berbicara selalu tidak jauh-jauh dengan bahasa, karena bahasa mrupakan unsur penting dalam berkomunikasi dengan manusia yang lain. Komunikasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya komunikasi verbal dan komunikasi non verbal. Komunikasi verbal menggunakan bahasa sebagai sarana, sedangkan komunikasi non verbal menggunakan sarana gerak-gerik seperti warna, gambar, bunyi bel, dan sebagainya. Komunikasi verbal dianggap paling sempurna, efisien, dan efektif.

Komunikasi lisan sering terjadi dalam kehidupan manusia, misalnya dialog dalam lingkungan keluarga, percakapan antara tetangga, percakapan antara pembeli dan penjual di pasar, dan sebagainya. Contoh lainnya : percakapan anggota keluarga; percakapan ibu dan anak; percakapan bertelepon, dan sebagainya.

Interaksi antara pembicara dan pendengar ada yang langsung dan ada pula yang tidak langsung. Interaksi langsung dapat bersifat dua arah atau multi arah, sedangkan interaksi tak langsung bersifat searah. Pembicara berusaha agar pendengar memahami atau menangkap makna apa yang disampaikannya. Komunikasi lisan dalam setiap contoh berlangsung dalam waktu, tempat, suasana yang tertentu pula. Sarana untuk menyampaikan sesuatu itu mempergunakan bahasa lisan.

  1. Rumusan Masalah

Dalam mengangkat tema ini dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:

1. apa pengertian, peranan, dan tujuan dari berbicara?

2. apa saja yang menjadi unsur berbicara dan prosedur kegiatan berbicara?

3. jelaskan konsep dasar berbicara?

4. apa saja jenis-jenis berbicara?

  1. Tujuan

Tujuan pembuatan makalah ini adalah:

1. untuk mengetahui pengertian, peranan, dan tujuan dari berbicara,

2. untuk mengetahui apa saja yang menjadi unsur berbicara dan prosedur kegiatan berbicara,

3. untuk mengetahui bagaimana konsep dasar berbicara, dan

4. untuk mengetahui jenis-jenis berbicara.

  1. Pembahasan

1. Pengertian dan Tujuan Berbicara

Ada beberapa pengertian berbicara yang dicantumkan dalam blog makalahdanskripsi.blogspot. com, antara lain:

a. Berbicara adalah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekpresikan, menyatakan serta menyampaikan pikiran, gagasan, dan perasaan.

b. Berbicara adalah suatu alat untuk mengkomunikasikan gagasan-gagasan yang disusun serta dikembangkan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan sang pendengar atau penyimak.

c. Berbicara adalah proses individu berkomunikasi dengan lingkungan masyarakat untuk menyatakan din sebagai anggota masyarakat.

d. Berbicara adalah ekspresi kreatif yang dapat memanifestasikan kepribadiannya yang tidak sekedar alat mengkomunikasikan ide belaka, tetapi juga alat utama untuk menciptakan dan memformulasikan ide baru.

e. Berbicara ada!ah tingkah laku yang dipelajari di Iingkungan keluarga, tetangga, dan lingkungan lainnya disekitar tempatnya hidup sebelum masuk sekolah.

Tujuan berbicara adalah untuk menginformasikan, untuk melaporkan, sesuatu hal pada pendengar. Sesuatu tersebut dapat berupa, menjelaskan sesuatu proses, menguraikan, menafsirkan, atau menginterpretasikan sesuatu hal, memberi, menyebarkan, atau menanamkan pengetahuan, menjelaskan kaitan, hubungan, relasi antara benda, hal, atau peristiwa.

2. Unsur Berbicara dan Prosedur Kegiatan Berbicara

Unsur Dasar Berbicara

Di dalam kegiatan berbicara terdapat lima unsur yang terlibat yaitu:

a. Pembicara,

b. Isi pembicaraan,

c. Saluran,

d. Penyimak, dan

e. Tanggapan penyimak.

Prosedur Kegiatan Berbicara

a. Memilih pokok pembicaraan yang menarik hati.

b. Membatasi pokok pembicaraan.

c. Mengumpulkan bahan-bahan.

d. Menyusun bahan (pendahuluan, isi, kemampuan)

3. Konsep Dasar Berbicara

Kemampuan berbicara siswa bervariasi, mulai dari taraf baik atau lancar; sedang; gagap atau kurang. Kenyataan tersebut sebaiknya dijadikan landasan berbicara di sekolah. Pengajaran berbicara pun harus berlandaskan konsep dasar berbicara sebagai sarana berkomunikasi.

Konsep dasar berbicara sebagai sarana berkomunikasi mencakup sembilan hal, yakni:

a. berbicara dan menyimak adalah suatu kegiatan resiprokal,

b. berbicara adalah proses individu berkomunikasi,

c. berbicara adalah ekspresi kreatif,

d. berbicara adalah tingkah laku,

e. berbicara adalah tingkah laku yang dipelajari,

f. berbicara dipengaruhi kekayaan pengalaman,

g. berbicara sarana memperluas cakrawala,

h. kemampuan linguistik dan lingkungan berkaitan erat,

i. berbicara adalah pancaran kepribadian. (Logan dkk., 1972:104-105).

4. Jenis-Jenis Berbicara

Bila diperhatikan mengenai bahasa pengajaran akan kita dapatkan berbagai jenis berbicara. Antara lain : diskusi, percakapan, pidato menjelaskan, pidato menghibur, ceramah, dan sebagainya.

Berdasarkan pengamatan minimal ada lima landasan yang digunakan dalam mengklasifikasi berbicara. Kelima landasan tersebut adalah :

a. situasi,

Aktivitas berbicara terjadi dalam suasana, situasi, dan lingkungan tertentu. Situasi dan lingkungan itu dapat bersifat formal atau resmi, mungkin pula bersifat informal atau tak resmi. Dalam situasi formal pembicara dituntut berbicara secara formal, sebaliknya dalam situasi tak formal, pembicara harus berbicara secara tak formal pula. Kegiatan berbicara yang bersifat informal banyak dilakukan dalam kehidupan manusia sehari-hari.

Jenis-jenis kegiatan berbicara informal meliputi:

1) tukar pengalaman,

2) percakapan,

3) menyampaikan berita,

4) menyampaikan pengumuman,

5) bertelepon, dan

6) memberi petunjuk (Logan, dkk., 1972 : 108).

Sedangkan kegiatan berbicara yang bersifat formal meliputi :

1) ceramah,

2) perencanaan dan penilaian,

3) interview,

4) prosedur parlementer, dan

5) bercerita (Logan, dkk., 1972 : 116).

b. tujuan,

Akhir pembicaraan, pembicara menginginkan respons dari pendengar. Pada umumnya tujuan orang berbicara adalah untuk menghibur, menginformasi-kan, menstimulasikan, meyakinkan, atau menggerakkan pendengarnya.

c. metode penyampaian,

Ada empat cara yang bisa digunakan orang dalam menyampaikan pembicaraannya, antara lain:

1) penyampaian secara mendadak,

2) penyampaian berdasarkan catatan kecil,

3) penyampaian berdasarkan hafalan, dan

4) penyampaian berdasarkan naskah.

d. jumlah penyimak, dan

Komunikasi lisan melibatkan dua pihak, pendengar dan pembicara. Jumlah peserta yang berfungsi sebagai penyimak dalam komunikasi lisan dapat bervariasi misalnya satu orang, beberapa orang (kelompok kecil), dan banyak orang (kelompok besar).

e. peristiwa khusus.

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering menghadapi berbagai kegiatan. Sebagian dari kegiatan itu dikategorikan sebagai peristiwa khusus, istimewa, atau spesifik. Contoh kegiatan khusus itu adalah ulang tahun, perpisahan, perkenalan, pemberian hadiah. Berdasarkan peristiwa khusus itu berbicara atau berpidato dapat digolongkan atas enam jenis,

1) pidato presentasi,

2) pidato penyambutan,

3) pidato perpisahan,

4) pidato jamuan (makan malam),

5) pidato perkenalan, dan

6) pidato nominasi (mengunggulkan). (Logan dkk., 1972 : 127).

  1. Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil dari makalah diatas adalah berbicara merupakan kemampuan manusia yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan manusia lain. Tujuannya adalah untuk menginformasikan, untuk melaporkan, sesuatu hal pada pendengar.


DAFTAR PUSTAKA

http://pbsindonesia.fkip-uninus.org/media.php?module=detailmateri&id=47

http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2009/03/pengertian-berbicara.html

Logan, dkk. 1972.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: