MEMBANGUN MORALITAS MAHASISWA SEBAGAI CALON GURU YANG BERKARAKTER KUAT DAN CERDAS

COLIN WIDI W/K1208024
P. BASTIND ’08

MEMBANGUN MORALITAS MAHASISWA SEBAGAI CALON GURU YANG BERKARAKTER KUAT DAN CERDAS

A. Pendahuluan

Akhir-akhir ini sedang ramai-ramainya orang mencoba untuk menjadi seorang guru. Sudah diketahui bersama dengan anggaran 20% dari anggaran APBN untuk pendidikan, tentu saja guru sebagai tenaga pendidik mendapatkan jatah yang lebih dari pemerintah. Dengan adanya sertifikasi yang menjadikan guru sebagai profesi, tunjangan dan gaji ketigabelas, membuat masyarakat berlomba-lomba untuk memasuki jajaran pegawai negri sipil terutama sebagai guru.
Bahkan, lonjakan minat yang mendaftar dalam fakultas keguruan dan ilmu pendidikan meningkat drastis. Ini disebabkan karena masa depan guru akan membaik dengan adanya tunjangan dan sertifikasi. Tidak hanya dengan berkuliah pada fakultas keguruan dan ilmu pendidikan yang semakin diminati, tetapi juga pengambilan akta empat juga tinggi. Akta IV merupakan salah satu sarana yang mampu membuat seseorang dengan ijazah strata atau diplomanya yang bukan berorientasi pada bidang pendidikan mampu mengampu atau berkecimpung di dunia pendidikan. Ijazah akta IV ini dapat diajukan lamarannya menjadi seorang pengajar.
Karena minat dari masyarakat semakin meningkat, maka pembinaan dalam dunia pendidikan khususnya perguruan tinggi yang membentuk calon guru yang berkualitas semakin mengoptimalkan kinerja dosen. Dapat diharapkan calon-calon guru yang akan dicetak dapat menjadi guru yang dapat menjadikan contoh yang baik bagi anak didiknya kelak. Tentu saja bangsa kita akan semakin diuntungkan dengan meningkatnya kecerdasan bangsa dan mampu menjadikan negara kita menjadi Negara Indonesia yang maju.
Untuk itu, seorang guru harus memiliki keteladanan yang berkarakter kuat dan cerdas. Inilah yang akan dibahas dalam makalah yang bertajuk “Membentuk Moralitas Mahasiswa Sebagai Calon Guru yang Berkarakter Kuat dan Cerdas”.

B. Permasalahan
Permasalah yang dihadapi dalam membentuk moralitas mahasiswa sebagai calon guru yang berkarakter kuat dan cerdas adalah:
1. bagaimana kriteria guru yang berkualitas dan professional?
2. bagaimana cara membentuk moral mahasiswa sebagai calon guru yang berkarakter kuat dan cerdas?
3. kendala apa saja yang sering dihadapi untuk menjadi calon guru yang professional, berkarater kuat dan cerdas?

C. Pembahasan masalah
Sering kita mendengar bahwa guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Mungkin itu tidak lagi berlaku dalam zaman sekarang ini. Kehidupan guru, saat ini lebih baik dari dahulu. Guru pun sekarang adalah sebuah profesi yang mulia. Untuk itu, guru harus berkualitas dan professional. Guru yang berkualitas akan mencetak anak didik yang berprestasi gemilang. Guru yang profesional adalah guru yang menguasai bidang ajar yang akan diajarkan pada anak didik, sehingga anak didik tidak akan terjerumus dalam ilmu tersebut dikemudian hari.
Menurut Ahmad Makki Hasan Guru harus peka dan tanggap terhadap berbagai perubahan, pembaharuan serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sejalan dengan tuntutan masyarakat dan perkembangan zaman. Profesionalitas guru merupakan hal paling utama bagi keberhasilan suatu sistem pendidikan. Syarat guru sebagai guru yang professional salah satunya adalah dengan program sertifikasi guru. Dalam lokomedia.or.id dijelaskan bahwa tujuan sertifikasi adalah:
1. menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik profesional,
2. meningkatkan proses dan hasil pembelajaran,
3. meningkatkan kesejahteraan guru, dan
4. meningkatkan martabat guru; dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu.
Dalam jurnal Desi Remirsa, selain sertifikasi, guru yang professional memiliki ciri,
1. memiliki kemampuan intelektual yang memadai,
2. kemampuan memahami visi dan misi pendidikan,
3. keahlian mentrasfer ilmu pengetahuan atau metodelogi pembelajaran,
4. memahami konsep perkembangan anak/psikologi perkembangan,
5. kemampuan mengorganisasi dan pemecahan masalah, dan
6. kreatif dan memiliki seni dalam mendidik.
Guru yang profesional dimulai dari mahasiswa yang cerdas dan bertanggung jawab. Sayangnya mahasiswa di zaman sekaran ini, seenaknya sendiri dan tidak sungguh-sungguh dalam menjalani perkuliahan. Padahal, mahasiswa menopang beban berat karena dianggap sebagai pundak perjuangan bangsa untuk menjaga dan membangun kualitas diri bangsa.
M. Rajab menulis bahwa krisis jati diri yang menyebabkan rusaknya moral pemuda atau mahasiswa itu bisa disebabkan oleh beberapa faktor,
1. faktor individu yang kurang menyadari tugas dan tanggung jawabnya serta identitasnya sebagai mahasiswa,
2. faktor keluarga yang kurang mendukung dan memperhatikan anaknya, sehingga anak berbuat semaunya sendiri, dan
3. faktor lingkungan yang kurang mendukung untuk mengembangkan potensinya, baik lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat.
Untuk itu perlu sekali adanya pembinaan dan pengertian untuk mahasiswa agar siap menjadi calon guru yang profesional. Pendidikan dalam mata kuliah wajib dimaksimalkan. Mahasiswa juga harus turut aktif dalam pengembangan potensi yang mereka punya.
Penyuluhan dari luar, seperti seminar, sarasehan sangat diperlukan mahasiswa yang ingin maju. Motivasi yang tinggi dan daya dukung dari luar sangat berpengaruh dalam membentuk mental guru yang profesional. Pendidikan agama akan sangat berpengaruh dalam membentuk akhlak mulia sebagai seorang guru. Sikap jujur, tanggung jawab, sabar, menyampaikan amanah adalah sifat-sifat yang wajib dimiliki guru.
Guru adalah orang yang memberikan bimbingan dan ilmu pada anak didiknya. Karena itu guru dituntut menjadi seseorang yang cerdas serta memiliki karakter kuat. Berkarakter kuat artinya adalah guru yang jujur, berakhlak, cerdas, mampu, bertanggung jawab. Sifat-sifat ini dapat dibentuk ketika mengenyam bangku perkuliahan. Maka, mahasiswa FKIP harus mampu menyerap ilmu dan memperbaiki moral secara optimal agar nanti ke depannya mampu menjadi guru yang berkarakter kuat dan cerdas.
Menurut Isjoni selain otak guru penampilan seseorang calon guru harus sesuai dengan persyaratan, misalnya cara berjalan, cara duduk, cara berkomunikasi dengan gerakan tubuh, serta raut dan mimik wajah dikala berhadapan dengan audiensi. Aspek kemampuan berkomunikasi, sangat diperlukan, bagaimana kemampuan seorang calon guru dalam berkomunikasi di dalam proses pembelajaran, berkomunikasi dengan murid-murid, dengan guru-guru atau audien. Disamping itu, perlu pula dilakukan tes psikologi, dengan tes ini dapat ditemukan tingkat intelegensi dan daya nalar calon guru.
Dalam pembentukan mahasiswa sebagai calon guru yang berkarakter kuat dan cerdas tentu ada kendala-kendala yang dihadapi. Mulai dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal dimulai dari niat mahasiswa mengikuti perkuliahan, apakah untuk memperoleh ilmu yang disampaikan oleh dosen atau hanya untuk main-main saja. Rasa malas untuk mngikuti perkuliahan sering menghambat proses belajar. Guru yang baik adalah guru yang disiplin. Faktor ekstrnal yang dihadapi mahasiswa dalam membentuk karakter kuat dan cerdas adalah hiburan-hiburan yang mengalihkan perhatian mahasiswa dari belajar.
Selain faktor yang membuat turun prestasi mahasiswa, dosen, pemerintah, orang tua dan lingkungan juga berpengaruh. Dosen yang seenaknya sendiri dalam mengajar mahasiswa, akan membuat mahasiswa semakin malas mengikuti perkuiahan. Pemerintah yang mengesampingkan pendidikan guru dan tidak mendukung sarana dan prasarana pendidikan guru, akan membuat mahasiswa tidak mengoptimalkan ilmu yang dimiliki. Pemerintah juga harus menyeleksi secara benar-benar calon guru yang akan diangkat menjadi anggota PNS, tidak asal-asalan atau dengan menerima uang suap untuk menjadikan seseorang menjadi PNS. Orang tua juga berpengaruh penting. Orang tua harus memotivasi anak-anak mereka dan selalu mendukung kegiatan belajar mahasiswa. Lingkungan sekitar mahasiswa tak kalah penting dalam mendukung pembentukan moral yang baik para mahasiswa. Lingkungan yang baik akan membuat mahasiswa menjadi bermoral baik, sebaliknya lingkungan yang buruk akan membuat mahasiswa menjadi bobrok moralnya.
Tentu saja ini akan membuat profesionalitas guru di masa depan menurun. Trining dan motivasi sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas mahasiswa. Masalah ini tidak boleh dipandang sebelah mata oleh semua pihak. Karena ini juga menyangkut kepentingan bangsa di masa yang akan datang.
Peran dari semua pihak sangat diperlukan. Tidak hanya tanggung jawab mahasiswa saja. Perlu dukungan dari semua pihak untuk membuat calon guru menjadi guru yang benar-benar kompeten di bidangnya dan memiliki karakter kuat serta cerdas.

D. Simpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari pembahasan masalah diatas adalah:
1. guru yang profesional dan berkualitas adalah guru memiliki kemampuan intelektual yang memadai, kemampuan memahami visi dan misi pendidikan, keahlian mentrasfer ilmu pengetahuan atau metodelogi pembelajaran, memahami konsep perkembangan anak/psikologi perkembangan, kemampuan mengorganisasi dan pemecahan masalah, dan kreatif dan memiliki seni dalam mendidik.
2. cara membentuk moral mahasiswa sebagai calon guru yang berkarakter kuat dan cerdas adalah dengan sering mengadakan seminar, sarasehan diskusi, sharing dan memotifasi mahasiswa calon guru.
3. kendala yang sering dihadapi mahasiswa berasal dari diri sendiri, dosen, pemerintah, orang tua dan lingkungan.

DAFTAR PUSTAKA

http://ahmadmakki.wordpress.com/2009/04/01/menjadi-guru-berkualitas/ (diakses pada tanggal 23.04.2009 pukul 19.13)

http://desireminsa.multiply.com/journal/item/3?&item_id=3&view:replies=reverse (diakses pada 23.04.2009 pukul 19.44)

http://www.likomedia.or.id/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=27 (diakses pada tanggal 23.04.2009 pukul 19.34)

M. Rajab http://www.surya.co.id (diakses pada 21.04.2009 pukul 14.41)

Isjoni http://xpresi-riaupos.blogspot.com/2008/04/imput-lembaga-pendidikan-guru.html (diakses pada 21 april 2009 pukul 2.22)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: