UJIAN NASIONAL SEBAGAI SYARAT MASUK PERGURUAAN TINGGI

Colin Widi Widawati

K1208024

UJIAN NASIONAL SEBAGAI SYARAT MASUK PERGURUAAN TINGGI

PENDAHULUAN

Ujian Nasional bagi sebagian besar siswa baik Sekolah Dasar/sederajat, Sekolah Menengah Pertama/sederajat maupun Sekolah Menengah Atas/sederajat merupakan momok yang harus mereka jalani untuk dapat melanjutkan ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Bagi siswa-siswi, hal ini merupakan sebuah beban yang sangat berat. Mereka telah belajar selama bertahun-tahun tetapi usaha mereka hanya dihargai selama beberapa hari saja. Orang tua dan guru juga mencemaskan hal ini.

Yang sangat terbebani lagi adalah siswa Sekolah Menengah Atas dan sederajat. Ujian nasional hanya untuk menentukan lulus atau tidaknya dari Sekolah Menengah Atas tersebut. Apakah peserta didik mampu melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi atau tidak. Semua orang pun tahu, bahwa pelaksanaan Ujian Nasional mengalami beberapa kecurangan. Kecurangan bisa dari pihak siswa, guru, ataupun sekolah. Dengan kata lain nilai ujian nasional tidaklah 100% murni. Ini sangat merugikan pihak perguruan tinggi bila hasil ujian nasional hanya manipulasi. Ujian Nasional dan seleksi masuk perguruan tinggi begitu berbeda. Ujian nasional bisa saja digunakan sebagai ajang untuk bahu membahu agar nama diri sendiri, orang tua, sekolah dan wilayah tidak tercemar karena ada beberapa siswa yang tidak lulus. Namun, untuk seleksi penerimaan masuk perguruan tinggi benar-benar memperebutkan salah satu kursi di Perguruan Tinggi.

Untuk itu, isu yang semakin merebak bahwa nilai ujian nasional akan menjadi syarat masuk perguruan tinggi akan menjadi sebuah kontroversi tersendiri. Ini akan merugikan pihak perguruan tinggi. Nilai Ujian Nasional diragukan kevalidannya. Maka, ujian nasional tidak perlu dimasukkan sebagai syarat masuk perguruan tinggi.

MENAKAR UJIAN NASIONAL

Ujian nasional merupakan syarat mutlak yang ditempuh siswa untuk lulus dari suatu intansi pendidikan. Ujian nasional sering dianggap sebagai satu-satunya pengukur hasil pendidikan. Padahal ujian nasional hanya salah satu metode eveluasi. Proses belajar selama bertahun-tahun serasa diabaikan hanya karena ujian nasional saja yang menentukan kelulusan peserta didik. Proses belajar mengajar selama bertahun-tahunlah yang seharusnya dijadikan tolok ukur kelulusan siswa. Ujian nasional hanyalah salah satu alat saja yang dijadikan evaluasi dalam belajar mengajar.

Suatu ketakutan tersendiri bagi siswa untuk menjalani ujian nasional. Banyak tekanan-tekanan yang timbul akibat ujian nasional. Siswa banyak yang mencari celah agar dapat lulus dengan mudah. Baik dari jalan positif maupun negatif. Jalan positif misalnya menggiatkan belajar, ikut bimbingan belajar, belajar kelompok, semakin taat beribadah dan berdoa kepada Tuhan. Jalan negatif misalnya, dengan mencontek, kerja sama saat ujian, membuka catatan dan lain-lain. Tidak hanya siswa saja yang mengupayakan kelulusan siswa, guru dan pihak-pihak terkait juga melakukan tindakan yang mampu mempertahankan gengsi sekolah. Guru misalnya, membantu para siswa mengerjakan soal-soal ujian, atau pengawas ujian yang membiarkan tindakan curang siswa seakan-akan mereka tidak tahu apa-apa. Akibatnya, walaupun ada segelintir siswa yang murni mengerjakan soal sendiri dengan kemampuannya tanpa bantuan siapapun, tetap saja citra ujian nasional yang murni, tercoreng. Selain itu juga faktor teknis mengakibatkan tidak maksimalnya nilai ujian nasional, seperti jawaban siswa yang tidak terdeteksi pada komputer pembaca jawaban pada Lembar Jawaban Komputer (LJK). Ini dapat merugikan siswa yang berjuang untuk menuntaskan pendidikannya selama tiga tahun terakhir.

Selain terjadi banyak kecurangan, ujian nasional juga mempunyai tujuan yang berbeda dengan seleksi penerimaan mahasiswa baru untuk perguruan tinggi. Hal ini patut dijadikan wacana yang dapat mengubah paradigma dari ujian nasional itu sendiri.

NILAI UJIAN SEBAGAI ACUAN MASUK PERGURUAN TINGGI

Akhir-akhir ini sering kita mendengar isu bahwa ujian nasional akan dijadikan acuan masuk pergurun tinggi. Menurut Arif Rahman ketika ada maksud hasil Ujian Nasional menjadi syarat masuk perguruan tinggi negeri, ada kerancuan berpikir tentang makna evaluasi. Seleksi masuk perguruan tinggi memiliki maksud dan tujuan yang berbeda dengan Ujian Nasional. Tes Ujian Nasional merupakan achievement test yang mengukur tingkat keberhasilan pembelajaran, tes masuk ke jenjang pendidikan lebih tinggi merupakan predictive test untuk mengukur kemampuan calon menjalani proses pendidikan.

Pendapat lain dari Aktivis Masyarakat Peduli Pendidikan Indonesia Eko Purwono juga mengatakan jika Ujian Nasional merupakan alat untuk mengevaluasi keberhasilan siswa di akhir proses belajar pada pendidikan menengah atas, seleksi masuk Perguruan Tinggi merupakan proses menyaring sejumlah siswa yang terbaik di antara para pendaftar.

Doni Koesoema A, berpendapat Ujian Nasional bersifat sumatif, bertujuan menilai prestasi individual siswa guna menentukan apakah seorang individu memiliki kompetensi yang disyaratkan setelah melewati proses pendidikan dalam waktu tertentu. Ambang kelulusan Ujian Nasional ditentukan melalui kriteria penguasaan materi (criterion-reference test), berakibat langsung pada nasib siswa (high stake testing). Siswa lulus atau tidak lulus. Adapun sifat tes masuk Perguruan Tinggi adalah formatif untuk ”mendiskriminasi” siswa berdasarkan kompetensi dan potensi akademik yang tujuannya menjaring calon yang memiliki kelayakan dan kemampuan untuk menyelesaikan tugas dan tuntutan di Perguruan Tinggi. Karena itu, tes masuk Perguruan Tinggi bersifat normatif (norm-reference testing), tidak hanya mendasarkan diri pada penguasaan materi, tetapi memeringkat siswa dan membatasinya sesuai jumlah kursi.

Jelas sekali disebutkan di atas, bahwa ujian nasional dan seleksi masuk perguruan tinggi berbeda. Ujian nasional sering diibaratkan sebagai ajang kerja sama untuk membantu teman agar dapat lulus bersama. Sedangkan, seleksi masuk perguruan tinggi merupakan suatu ajang eliminasi untuk saling berebut satu kursi di bangku kuliah. Persaingan akan benar-benar terlihat diseleksi penerimaan mahasiswa baru perguruan tinggi.

Banyak sekali persoalan yang mempengaruhi bahwa ujian nasional belum dapat dijadikan alat yang tepat untuk syarat masuk perguruan tinggi, selain hasilnya kurang valid ada juga persoalan lain. Seperti yang diungkaapkan oleh Doni Koesoema A, bahwa tidak hanya kevalidan hasil saja, tetapi juga peningkatan kualitas soal, penarikan kesimpulan hasil Ujian Nasional, reliabilitas item Ujian Nasional untuk benar-benar mengukur kompetensi yang dibutuhkan dalam proses seleksi masuk Perguruan Tinggi itulah yang pertama-tama perlu dibenahi.

Pembenahan tersebut tidak dapat dilakukan secara cepat. Perlu waktu yang lama untuk bisa mengubah paradigma ujian nasional dan kepercayaan dari pihak perguruan tinggi.

Untuk saat ini, memang seleksi penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi disendirikan dengan nilai hasil ujian nasional. Karena memang terdapat perbedaan di dalam tujuannya. Serta melihat fakta di lapangan bahwa ujian nasional belum dapat dipercaya sepenuhnya untuk menjadi acuan sebagai syarat penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi.

KESIMPULAN

Dalam pelaksanaan ujian nasional di tingkat Sekolah Menengah Atas atau sederajat banyak terdapat kecurangan yang mengakibatkan nilai ujian tidak benar-benar murni. Jadi perlu adanya peninjauan ulang untuk menetapkan bahwa nilai ujian nasional sebagai syarat acuan masuk perguruan tinggi.

Tes ujian nasional dan tes seleksi masuk perguruan tinggi merupakan dua tes yang berbeda arah dan tujuannya. Perlu banyak pertimbangan yang harus diperhitungkan agar nilai ujian nasional menjadi layak untuk bisa dijadikan acuan masuk perguruan tinggi.


DAFTAR PUSTAKA

Arif Rahman. http://m.kompas.com/news/read/data/2009.04.21.0345502

Doni Koesoema A. http://www.ahmadheryawan.com/opini-media/pendidikan/823-mengubah-paradigma-un.pdf

Eko Purwono. http://www.diknas.go.id/headline.php?id=44

http://navarinkarim.blogspot.com/2009/04/penantang-un-sebagai-prasyarat-masuk.html

Ditulis dalam Uncategorized. 1 Comment »

Satu Tanggapan to “UJIAN NASIONAL SEBAGAI SYARAT MASUK PERGURUAAN TINGGI”

  1. bangkit Says:

    keren banget mah….i like u


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: