Tugas Dasar-dasar Berbicara

TUGAS DASAR-DASAR BERBICARA

colin w. w/K1208024

  1. Proses keterampilan berbahasa khususnya keterampilan berbicara pada manusia yang normal.

Proses keterampilan berbicara dimulai sejak kecil. Ketika manusia belajar dari mendengar atau menyimak kemudian berbicara sesuai apa yang ia dengar, kemudian dilanjutkan dengan dengan belajar membaca dan menulis. Berbicara sendiri merupakan aspek yang sangat mendukung dalam proses komunikasi secara lisan. Artinya, dengan belajar berbicara maka belajar berkomunikasi. Manusia sendiri setiap harinya harus berkomunikasi dengan manusia lain, maka aspek berbicara sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia.

Manusia kemudian dapat berkomunikasi dengan bahasa dan berbicara agar maksud yang ingin disampaikan dapat tersampaikan kepada rekan bicara. Tahap ini akan berlanjut dengan berbicara untuk menyampaikan ide atau gagasan kepada pendengar di muka umum. Tahap ini ada beberapa orang yang mengalami kendala. Alasan terbesar dari kondisi ini adalah karena kurang percaya diri yang mengakibatkan demam panggung.

Bukti proses keterampilan berbicara ini ditunjukkan ketika seseorang senang mendengarkan atau menyimak, membaca dan menulis maka kemampuan berbicaranya akan baik, karena menguasai bahan yang cukup untuk dibicarakan atau didiskusikan dengan rekan bicara. Apalagi disertai dengan kepercayaan diri dan pengalaman yang cukup, maka seseorang tersebut akan dengan fasih berbicara di depan umum tanpa canggung. Bahkan seseorang yang pandai berbicara di depan umum akan mampu mempengaruhi pendengarnya dan pekerjaan yang cocok dengannya adalah sebagai orator.

  1. Dalam menyimak, berbicara, membaca, menulis dalam komunikasi lisan.

Dalam komunikasi lisan diperlukan aspek menyimak, berbicara, membaca dan menulis, karena informasi-informasi penting dapat diperoleh dengan menyimak suatu kejadian di sekitar, berani berbicara ketika memiliki ilmu atau bahan yang cukup, membaca dari media dan buku-buku, serta menulis ide-ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran. Dalam berkomunikasi dengan rekan bicara diperlukan dasar-dasar dan bukti-bukti, apalagi tentang berita terkini. Untuk itu segala jenis pengetahuan dapat didapat dengan menyimak, mampu berbicara untuk mengekspresikan ide secara lisan, membaca, dan mampu menuliskan ide secara tertulis.

Bukti yang dapat ditunjukkan adalah ketika seorang yang sering menyimak, berbicara, membaca dan menulis pengetahuannya akan luas dan dapat dijadikan bahan berkomunikasi secara lisan. Seorang presenter kuis tentang pengetahuan misalnya, tentu mereka akan senang mendngarkan, berbicara, membaca dan menulis. Mereka memperoleh ilmu dari kemampuan dasar berbahasa mereka. Dan kemampuan-kemampuan tersebut dapat mendukung mereka dalam berkomunikasi lisan. Ini juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari kita.

  1. Keterampilan berbahasa menunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Tri Dharma Perguruan Tinggi mencakup pendidikan dan pengajaran, pengabdian pada masyarakat dan penelitian. Dalam pendidikan dan pengajaran sudah pasti menggunakan aspek-aspek keterampilan berbahasa seperti menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Dalam proses belajar mengajar tentu ada interaksi antara pengajar dan peserta didik, pengajar berbicara dan peserta didik menyimak. Ada proses diskusi dan tanya jawab didalam proses ini. Selain itu ada kegiatan membaca dan menulis. Pengajar membaca materi kemudian disampaikan pada peserta didik dengan berbicara. Sedangkan peserta didik menulis dan menyimak apa yang disampaikan pengajar. Selain proses belajar pembelajaran, pengembangan pendidikan dan pengajaran lainnya juga mencakup empat aspek keterampilan berbahasa. Hal ini adalah bukti bahwa keterampilan berbahasa menunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi pada pendidikan dan pengajaran.

Keterampilan berbicara juga membantu dalam pengabdian kepada masyarakat. Sebagai peserta didik yang siap mngabdi kepada masyarakat kita harus menggunakan ilmu kita untuk kepentingan masyarakat luas. Dengan cara memberikan informasi-informasi yang kemudian disalurkan kepada masyarakat. Dalam penyampaian informasi kita menggunakan aspek berbicara, masyarakat akan menyimak keterangan dari kita. Bagi masyarakat yang masih buta huruf, kita dapat ajarkan dengan membaca dan menulis. Selain hal tersebut di atas masih banyak lagi yang dapat kita abdikan kepada masyarakat melalui empat aspek keterampilan berbahasa.

Yang ketiga tri dharma perguruan tinggi adalah penelitian. Dalam penelitian tentu saja menggunakan empat aspek keterampilan berbahasa. Kita mengetahui dasar teori suatu penelitian dengan menyimak dan membaca referensi. Membuat laporan dari hasil penelitian dengan cara menulis dan mempresentasikan hasil penelitian dengan berbicara. Agar hasil penelitian dapat tersampaikan kepada masyarakat luas.

  1. 4. a.  Faktor yang menunjang keterampilan berbicara.

Keterampilan berbicara seseorang sangat dipengaruhi oleh dua faktor penunjang utama yaitu internal dan eksternal. Faktor internal adalah segala sesuatu potensi yang ada di dalam diri orang tersebut, baik fisik maupun nonfisik (psikis). Faktor fisik adalah menyangkut dengan kesempurnaan organ-organ tubuh yang digunakan didalam berbicara misalnya, pita suara, lidah, gigi, dan bibir, sedangkan faktor nonfisik diantaranya adalah: kepribadian (kharisma), karakter, temparamen, bakat (talenta), cara berfikir dan tingkat intelegensia. Sedangkan faktor eksternal misalnya tingkat pendidikan, kebiasaan, dan lingkungan pergaulan.

b.   Selain faktor yang ada seperti pada nomor 4. a, faktor yang lebih menunjang keterampilan berbicara yang menonjol.

Selain faktor-faktor di atas, terdapat pula faktor yang lebih menonjol. Walaupun sudah memiliki faktor penunjang utama baik internal maupun eksternal yang baik, kemampuan atau keterampilan berbicara yang baik dapat dimiliki dengan jalan megasah dan mengolah serta melatih seluruh potensi yang ada.

Pada dasarnya seorang pembicara yang handal adalah seseorang yang ketika ia berbicara baik dalam komuniasi formal (presentasi, ceramah, dll.) maupun informal (pergaulan) memiliki daya tarik yang memesona dengan isi pembicaraan yang efektif (sistematis, benar/tepat, singkat dan jelas dengan bahasa yang tepat) sehingga orang yang mendengarkannya dapat mengerti dengan jelas dan tergugah perasaannya.

5.   Berbahasa khususnya keterampilan berbicara meningkatkan taraf hidup manusia.

Berbahasa khususnya keterampilan berbicara dapat meningkatkan taraf hidup manusia. Seseorang yang pandai berbicara akan disegani oleh masyarakat terutama pada orang yang bicaranya bukan omong kosong belaka. Rata-rata seorang pemimpin harus dapat berbicara terutama berbicara kepada masyarakat. Kemampuan berbicara menunjukkan kemampuan dalam berkomunikasi kepada masyarakat. Untuk itu seorang pemimpin dalam bertutur harus dilandasi dengan bukti yang nyata. Seorang pembicara juga harus bisa membuat pendengar percaya dengan apa yang ia katakan.

Kemampuan berbicara mampu menghasilkan materi. Rata-rata pekerjaan memerlukan keterampilan berbicara, seperti pemimpin, presenter, orator, dan lain-lain. Selain materi, kemampuan berbicara mampu membuat seseorang disegani dan menjadi amanah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: