BERBICARA TIDAK RESMI CURHAT

BERBICARA TIDAK RESMI
CURHAT
Colin Widi W/K1208024

Curhat merupakan akronim dari curahan hati. Curahan hati adalah pembicaraan yang mengungkapkan isi hati manusia kepada teman bicara atau bisa juga melalui media tertentu. Tujuan dari kegiatan curhat adalah untuk berbagi cerita bersama untuk mendapatkan solusi dari masalah atau hanya untuk meringankan beban di dalam hati manusia, karena curhat mampu memperoleh kelegaan hati manusia dengan berbagi dengan sesama. Bagi teman, bicara manfaat curhat dapat berupa memperoleh pengalaman lisan dan mampu memberikan solusi untuk orang yang sedang memperoleh masalah.
Isi dari curahan hati biasanya berupa pengalaman pribadi, seperti kisah cinta, kegiatan sehari-hari, seputar lingkungan, pekerjaan, sekolah, pertemanan, keluarga, sengketa, rumah tangga, keuangan dan masih banyak lagi. Hal-hal tersebut atau isi dari curahan hati tersebut dapat masuk dalam kategori sedih, susah, senang, gembira, kecewa, malu, jatuh cinta, ambisius, marah, takut, dan sebagainya.
Biasanya orang memilih teman curhat dengan orang sebaya atau dengan orang yang sangat intim. Disamping terjaga kerahasiaannya dan kepercayaan masing-masing, juga karena bahasa yang digunakan menjadi luwes dan tidak terlihat canggung. Rasa canggung dapat diakibatkan karena teman bicara dianggap lebih tua, lebih terhormat, dan tidak akrab. Hal tersebut dapat mengakibatkan tidak semua curahan hati dapat tersampaikan dan membuat rasa sungkan dalam kegiatan curhat.
Orang yang ingin bercurhat tidak mengenal usia, mulai dari anak kecil, remaja, dewasa sampai orang tua sekalipun. Anak kecil biasanya menceritakan kejadian yang dialami di sekolah, seputar guru, teman, kejadian di dalam kelas, pekerjaan rumah, dan sebagainya. Atau juga menceritakan tentang kawan bermainnya. Biasanya anak kecil akan menceritakan kejadian yang dialami kepada orang tua, saudara atau teman sepermainan. Remaja biasanya mencurahkan isi hatinya pada teman atau orang tua. Isi curahan hatinya biasanya berupa pacar atau urusan percintaan, teman, sekolah dan keluarga. Untuk orang dewasa biasaya mencurahkan isi hatinya dengan teman atau istri/suaminya. Biasanya berisi tentang pekerjaan, rumah tangga, keluarga dan keuangan. Untuk orang tua biasanya bercurhat dengan teman atau anak-anak mereka, biasanya berisi tentang pasang surutnya kehidupan, kenangan masa lalu, keuangan dan warisan.
Curhat biasanya berbentuk cerita lisan, tapi bisa juga berbentuk tulisan. Sebagai cerita tertulis biasanya curhat berbentuk karya sastra, seperti puisi, cerita pendek, novel, pantun, dan lain-lain. Jadi, curhat mampu membuat orang menghasilkan karya sastra yang dapat dinikmati oleh orang lain. Dalam cerita lisan, curhat dapat menghasilkan karya sastra berupa lagu yang mampu menghibur ataupun membuat orang lain merasakan hal yang sama seperti isi dalam lagu tersebut. Sebagai cerita lisan curhat merupakan salah satu bentuk berbicara tidak resmi.
Curhat merupakan salah satu kegiatan berbicara tidak resmi. Yang termasuk berbicara tidak resmi yaitu curhat, ngobrol, pantun, membaca puisi, bercerita, gosip, bahasa sms (short messages service), wawancara, bermain peran/drama, dan lain-lain. Dikatakan tidak resmi karena curhat menggunakan kata-kata yang santai dan tidak terikat aturan tertentu. Penggunaan bahasa dalam kegiatan curhat menggunakan bahasa yang enak didengar dan sesuai dengan isi hati agar terdengar luwes dan dapat dimengerti serta ditangkap maksud pembicaraan dengan jelas oleh teman bicara. Dalam bahasa curhat pun memanfaatkan intonasi dan jeda yang sesuai serta pemaknaan kalimat tidak harus pakem.
Bahasa curhat selain santai, mudah di mengerti, luwes, memanfaatkan intonasi dan jeda, juga menggunakan ekspresi agar maksud di dalam hati dapat tersampaikan dengan maksimal kepada teman bicara. Biasanya orang yang sedang curhat lisan menggunakan mimik muka yang berbeda-beda. Seperti menangis bila sedih, tertawa bila lucu atau menggelikan, marah atau kesal bila tidak sesuai dengan keinginan hati atau mengecewakan, cemberut bila kecewa, tersipu-sipu atau merah merona bila jatuh cinta, gemetar bila ketakutan dan lain sebagainya. Bila menggunakan bahasa yang formal atau resmi, penyampaian maksud curhat menjadi tidak maksimal, terkesan kaku, terkesan sungkan, terlalu hati-hati, tidak leluasa dan canggung. Selain itu, akan menimbulkan mimik muka yang monoton dan membosankan. Teman bicara juga akan menjadi tidak respect terhadap apa yang kita ceritakan.
Dalam khasanah kebahasaan, keuntungan curhat adalah dapat memperkaya istilah kebahasaan dan menambah variasi dalam berbahasa. Akan tetapi, kerugian dari kegiatan curhat adalah merancukan tatanan bahasa resmi dan membuat orang mengacuhkan kaidah-kaidah bahasa resmi. Selain itu kaidah dalam bahasa resmi belum tentu dilakukan dan pemilihan diksinya juga kurang selektif.
Asalkan orang dapat membedakan penggunaan bahasa resmi dan tidak resmi, kegiatan curhat tidak akan mengganggu khasanah kebahasaan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: